News

Iran Pertimbangkan Kesepakatan dengan Oman Terkait Pengelolaan Selat Hormuz

Kami memandang Oman sebagai bagian dari rencana ini, bukan sebagai dasar.

Teheran (KABARIN) - Iran tengah mempertimbangkan kemungkinan menjalin kesepakatan dengan Oman terkait pengendalian jalur strategis Selat Hormuz, meski Teheran menilai Muscat sebagai bagian dari rencana, bukan sebagai dasar pengelolaan jalur tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi pada Jumat.

Sebelumnya, Menteri Transportasi, Komunikasi, dan Teknologi Informasi Oman Saeed al Maawali menyebut kapal yang melintasi Selat Hormuz seharusnya tidak dikenakan biaya karena jalur tersebut merupakan perairan alami berdasarkan perjanjian maritim internasional.

Ia juga menyoroti adanya celah hukum dalam aturan navigasi internasional, mengingat sejumlah negara termasuk Amerika Serikat dan Iran belum menandatangani perjanjian terkait pelayaran tersebut.

Dalam keterangannya, Ebrahim Azizi menegaskan posisi Iran terkait kerja sama dengan Oman.

"Pemerintah dapat sebagai kelanjutan dari rencana pengendalian Selat Hormuz, jika diperlukan menjalin kesepakatan dengan Pemerintah Oman dan parlemen akan memberikan suara untuk pengesahannya. Kami memandang Oman sebagai bagian dari rencana ini, bukan sebagai dasar. Kami tidak akan meminta pendapat Oman terkait pandangan kami mengenai Selat Hormuz," kata Azizi seperti dikutip lembaga penyiaran negara Iran IRIB.

Sementara itu, Financial Times mengutip juru bicara Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran Hamid Hosseini yang menyebut Iran siap mengenakan tarif bagi kapal tanker yang melintas, dengan besaran sekitar 1 dolar AS per barel minyak yang diangkut.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyebut telah mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua pekan, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan rencana pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital energi global.

Penerjemah: Primayanti
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: